Dampak Pandemi

Pedagang Kecil dan UMKM Pulau Seribu Terkena Dampak Pandemi

Dampak pandemi di Pulau Seribu sangatlah besar bagi para pedagang kecil dan UMKM. Pedagang kecil sangat dirugikan dengan adanya PSBB yang diterapkan oleh pemerintah Provinsi Jakarta. Bagaimana tidak, semenjak merebaknya virus corona di awal tahun 2020 ini wisata Pulau Seribu tutup total sehingga tidak ada aktivitas ekonomi.

Dampak Pandemi di Pulau Seribu

Pendapatan Pedagang Turun Drastis

Pariwisata merupakan sektor prioritas di Pulau Seribu, ketika PSBB atau Pembatasan Skala Besar diterapkan oleh Pemeritah Provinsi Jakarta maka tidak ada wisatawan dari ibukota yang berkunjung ke Pulau Seribu.

Pedagang kecil dan UMKM yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata tidak memiliki penghasilan sama sekali. Semua aktivitas dihentikan dan kapal-kapal tidak diperbolehkan beroperasi sehingga efeknya begitu terasa.

Baca Juga Dampak Reklamasi Teluk Jakarta

Nelayan Kesulitan Menjual Ikan

Selain pedagang kecil dan UMKM, para nelayan di Pulau Seribu juga mengalami hal yang tak kalah menyedihkan akibat adanya pandemi ini. Pemerintah telah membatasi akses keluar masuk alat transportasi baik dari Pulau Seribu ataupun ke Pulau Seribu sebagai upaya pencegahan merebaknya virus corona di pulau ini.

Para nelayan kini tak bisa lagi menjual hasil tangkapan seperti biasanya sehingga mau tidak mau hanya menjual pada masyarakat sekitar saja. Kebanyakan dari mereka mengeluhkan biaya hidup untuk kebutuhan sehari-hari yang harus dikeluarkan tidak sebanding dengan pendapatan sekarang. Belum lagi anak-anak sekolah harus belajar secara online, tentu butuh tambahan biaya untuk membeli paket internet yang sifatnya wajib.

Dampak Pandemi

Batas Waktu Penutupan Belum Ditentukan

Dampak pandemi di Pulau Seribu membuat Pemerintah DKI menutup akses transportasi laut di Pulau Seribu hingga waktu yang belum ditentukan. Saat ini kapal-kapal tradisional dan kapal milik Dishub hanya melayani pegawai yang bertugas seperti Pemda, POLRI, TNI dan warga lokal yang berdomisili di Pulau Seribu saja.

baca Juga Dampak PSBB Menurut Kompas

Sejak ditutup pada tanggal 20 Maret 2020 lalu belum ada pencabutan penutupan untuk semua rute baik dari Kaliadem Muara Angke ke seluruh pulau-pulau di Kepulauan Seribu atuapun rute sebaliknya.

Untuk memastikan peraturan tersebut berjalan lancar, pemerintah setempat bahkan menjalin kerjasama dengan Dishub DKI Jakarta dan Kantor KSPO kelas IV Kepulauan Seribu. Calon penumpang kapal harus memiliki KTP Pulau Seribu ketika akan membeli tiket kapal dan sebelum naik ke atas kapal harus menunjukan ke petugas. Penumpang tidak diperbolehkan naik jika tidak bisa menunjukkan KTP Kepulauan Seribu.

Kapal-kapal tidak boleh mengangkut penumpang lebih dari 50% dari kapasitas asli supaya penerapan social distancing bisa tetap dijalankan. Usaha lain yang dilakukan yaitu disedikannya wastafel, sabun cuci tangan, hand sanitizer, pengecekan suhu tubuh dan penyemprotan disinfektan di pelabuhan.

Baca Juga Paket Wisata Pulau Tidung

Semoga pandemi ini segera berakhir sehingga perekonomian bisa berjalan seperti sedia kala. Kita juga harus turut berpartisipasi memutus rantai penyebaran corona dengan mematuhi protokol kesehatan dan menjaga kebersihan. Dengan bersama-sama melawan corona diharapkan dampak pandemi di Pulau Seribu tidak semakin memburuk.

baca Juga Jenis Jenis Penginapan di dunia Tour dan Travel